NFS (Network File System)
NFS (Network File System) : network service yan gbertujuan supaya suatu remote komputer dapat menggunakan share disk atau direktori pada komputer yang menjalankan service NFS, jadi share disk atau direktori tersebut dapat diakses secara lokal oleh remote komputer
Ada 2 hal yang diperhatikan yaitu NFS server yang bertugas menyediakan share dan NFS client yang nantinya akan mengakses direktori yang disediakan oleh server
Kofigurasi utama NFS terdapat di /etc/exports yang berfungsi untuk menentukan shared direktori dan hak aksesnya
Contoh penggunaan NFS :
Penjelasan kom-1 :
konfigurasi untuk kom-1 yang bertugas sebagai server NFS
buat direktori yang akan di share kemudian seting hak akses ke direktori tersebut :
penyamun1@kom-1# mkdir /media/share /media/data
penyamun1@kom-1# chmod 777 /share
penyamun1@kom-1# chmod 777 /data
penyamun1@kom-1# chmod -t /share
penyamun1@kom-1# chmod -t /data
penyamun1@kom-1# chmod 777 /share
penyamun1@kom-1# chmod 777 /data
penyamun1@kom-1# chmod -t /share
penyamun1@kom-1# chmod -t /data
kemudian edit file /etc/exports :
penyamun1@kom-1# vi /etc/exports
kemudian isi kan tulisan dibawah :
/data 192.168.1.0/255.255.255.0(ro)
/data 192.168.1.2(rw)
/data 192.168.1.2(rw)
jika sudah jalankan service nfs :
penyamun1@kom-1# /etc/init.d/nfs start
nfs siap digunakan oleh client
jika 192.168.1.1 ingin mengetahui siapa saja yg mengakses dir yg di share :
penyamun1@kom-1# showmount -a 192.168.1.1
penjelasan kom-2 :
konfigurasi kom-2 sebagai klient yang akan mengakses server NFS :
jika ingin mengetahui dir di kom-1 (192.168.1.1) yg di share :
penyamun2@kom-2# showmount -e 192.168.1.1
jika ingin melakukan mounting /data dari 192.168.1.1 :
penyamun2@kom-2# mount -t nfs 192.168.1.1:/data /mnt/data
artinya memount /media/data dari kom-1(192.168.1.1) ke direktori lokal /mnt/data di kom-2(192.168.1.2)
jika kom-2(192.168.1.2) ingin mengakses direktori c:\lagu dari komp-3(win-xp) :
penyamun2@kom-2# smbclient -L 192.168.1.3
penyamun2@kom-2# mount -t smbfs //192.168.1.3/lagu /mnt/lagu
penyamun2@kom-2# mount -t smbfs //192.168.1.3/lagu /mnt/lagu
jika menggunakan user acount :
penyamun2@kom-2# smbclient -L 192.168.1.3 -U admin (nama user winxp/nt/2000)
penyamun2@kom-2# mount -t smbfs -o username=nama user winxp/2000/nt //192.168.1.3/lagu /mnt/lagu
penyamun2@kom-2# mount -t smbfs -o username=nama user winxp/2000/nt //192.168.1.3/lagu /mnt/lagu
untuk melepaskan atau mematikan mapping ke direktori server
penyamun2@kom-2# umount /mnt/lagu
untuk me mounting secara otomatis saat booting :
penyamun2@kom-2# vi /etc/fstab
tambahkan pada baris akhir
192.168.1.1:/data /mnt/data nfs
//192.168.1.3/lagu /mnt/lagu smbfs
//192.168.1.3/lagu /mnt/lagu smbfs
Untuk option yang ada di file /etc/exports antara lain :
ro = direktori yang di share read only
rw = direktori yang di share read write
sync = sinkronisasi
root_squash = akses user root dari komputer client akan dianggap sebagai user non root/user biasa
no_root_squash = jika option ini diaktifkan maka permintaan yang diminta oleh user root akan memiliki hak akses sama serperti user root pada server
sync = untuk mensinkronisasikan perubahan yang dilakukan terhadap shared direktori pada NFS server ke client.
Jadi solusinya adalah Server A gwa jadikan NFS Server dan Server B menjadi NFS Client. Dalam kasus ini gwa menggunakan Ubuntu ( karena gwa lagi buru-buru ). Untuk menginstall NFS Server cukup ketik :
$ sudo apt-get install nfs-kernel-server
Setelah itu tinggal setting folder yang mau dishare. Untuk settingannya terletak di folder /etc/exports, jadi sekarang kita edit dengan command :
$ sudo vim /etc/exports
Kira-kira begini isinya :
# /etc/exports: the access control list for filesystems which may be exported
# to NFS clients. See exports(5).
#
# Example for NFSv2 and NFSv3:
# /srv/homes hostname1(rw,sync,no_subtree_check) hostname2(ro,sync,no_subtree_check)
#
# Example for NFSv4:
# /srv/nfs4 gss/krb5i(rw,sync,fsid=0,crossmnt,no_subtree_check)
# /srv/nfs4/homes gss/krb5i(rw,sync,no_subtree_check)
#
/home/aman 202.58.181.0/24(rw,no_root_squash,async)
Penjelasannya kira-kira begini :
/home/aman = folder di server yang mau dishare
202.58.181.0/24 = ip yang diallow untuk melakukan nfs
(rw,no_root_squash,async) = rulenya ( ini rulenya untuk allow semuanya )
Sekarang anda tinggal restart nfsnya dengan command :
$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
$ sudo exportfs -a
Trus login ke dalam server yang pengen dimounting NFS nya dan ketik :
$ sudo mount IP-Server:/home/aman /mnt
Penjelasannya kira-kira begini :
mount
IP-Server : IP Server yang dijadikan NFS
/home/aman : ini folder yang mau dishare di nfs server
/mnt : ini tempat folder yang dimounting di client
NFS (Network File Sharing) di Ubuntu 10.10
NFS ( Network File Sharing ) adalah salah satu fitur di linux yang memungkinkan kita untuk men-share folder dan me-mountingnya ke server lain. Jadi misalnya gwa punya server A dengan folder /var/www/uploads dan gwa pengen folder itu bisa diakses dan dari server B.Jadi solusinya adalah Server A gwa jadikan NFS Server dan Server B menjadi NFS Client. Dalam kasus ini gwa menggunakan Ubuntu ( karena gwa lagi buru-buru ). Untuk menginstall NFS Server cukup ketik :
$ sudo apt-get install nfs-kernel-server
Setelah itu tinggal setting folder yang mau dishare. Untuk settingannya terletak di folder /etc/exports, jadi sekarang kita edit dengan command :
$ sudo vim /etc/exports
Kira-kira begini isinya :
# /etc/exports: the access control list for filesystems which may be exported
# to NFS clients. See exports(5).
#
# Example for NFSv2 and NFSv3:
# /srv/homes hostname1(rw,sync,no_subtree_check) hostname2(ro,sync,no_subtree_check)
#
# Example for NFSv4:
# /srv/nfs4 gss/krb5i(rw,sync,fsid=0,crossmnt,no_subtree_check)
# /srv/nfs4/homes gss/krb5i(rw,sync,no_subtree_check)
#
/home/aman 202.58.181.0/24(rw,no_root_squash,async)
Penjelasannya kira-kira begini :
/home/aman = folder di server yang mau dishare
202.58.181.0/24 = ip yang diallow untuk melakukan nfs
(rw,no_root_squash,async) = rulenya ( ini rulenya untuk allow semuanya )
Sekarang anda tinggal restart nfsnya dengan command :
$ sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
$ sudo exportfs -a
Trus login ke dalam server yang pengen dimounting NFS nya dan ketik :
$ sudo mount IP-Server:/home/aman /mnt
Penjelasannya kira-kira begini :
mount
IP-Server : IP Server yang dijadikan NFS
/home/aman : ini folder yang mau dishare di nfs server
/mnt : ini tempat folder yang dimounting di client
NIS
Bagaimana cara kerja NIS
NIS+ adalah versi terbaru dari network information nameservice dari Sun. Perbedaan paling besar antara NIS dan NIS+ adalah, NIS+ mendukung penyandian data dan autentifikasi yang aman melalui RPC. Model penamaan dari NIS+ berdasarkan struktur pohon. Setiap titik di dalam pohon bersesuaian dengan obyek dari NIS+, dimana kita memiliki 6 tipe: directory, entry, group, link, table dan private. Direktori NIS+ yang merupakan akar dari NIS+ disebut sebagai direktori root. Ada 2 direktori NIS+ yang khusus yaitu : org_dir dan groups_dir. Direktori org_dir berisi semua tabel-tabel untuk fungsi administrasi seperti passwd, hosts, dan mail_aliases. Direktori groups_dir terdiri dari kelompok obyek-obyek milik NIS+ yang digunakan untuk pengontrolan terhadap suatu akses. Kumpulan dari org_dir, groups_di dan direktori parent disebut sebagai domain NIS+.
- yang Anda perlukan untuk men set-up NIS
Tentukan apakah Anda akan bertinda sebagai server, pelayan atau
klien.
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus memperhatikan dua keadaan
berikut ini :
1. Mesin Anda merupakan bagian dari sebuah jaringan yang telah ada
server NIS nya.
2. Pada saat ini Anda belum memiliki server NIS pada jaringan.
Pada kasus pertama, Anda hanya membutuhkan program untuk klien
(ypbind,ypwhich, ypcat, yppoll, ypmatch). Program yang paling penting
adalah ypbind. Program ini selalu harus dijalankan setiap saat dan
harus selalu muncul pada setiap daftar-daftar proses. Sehingga disebut
proses daemon dan perlu diaktifkan dari berkas untuk start-up milik
sistem (contoh: /etc/rc.local, /etc/init.d/nis,/ etc/rc.d/init.d/
ypbind). Segera pada saat program ypbind jalan, maka sistem Anda telah
menjadi klien NIS.
Pada kasus ke dua, jika Anda tidak memiliki server NIS, maka Anda
memerlukan program untuk server NIS (biasanya disebut ypserv). Seksi 8
menjelaskan bagaimana melakukan set-up pada server NIS pada mesin
Linux Anda dengan menggunakan "ypserv", yang implementasi ypserv ini
dilakukan oleh Peter Eriksson dan Thorsten Kukuk.NIS Server di Ubuntu 10.10
NIS Server adalah sebuah layanan di jaringan untuk memberikan single sign on authentication.Komputer client yang berbasis linux bisa login dengan menggunakan username di server.
Dengan menambahkan NFS, home direktori user,bisa dibuat untuk disimpan secara terpusat di server.
Skenario :
Server IP Address : 192.168.3.100
Client IP Address : 192.168.3.102
KONFIGURASI NIS SERVER
1. Install NIS server
# apt-get install portmap nis
2. Edit file /etc/default/nis menjadi
NISSERVER=true
NISCLIENT=false
3. Edit file /etc/defaultdomain isikan dengan nama domain yang ingin digunakan
aman.com
4. Langkah ini opsional (boleh dilakukan, boleh juga tidak) yaitu untuk membatasi network yang
mengakses NIS Server. Edit file /etc/ypserv.securenets, isikan dengan network yang akan
dilayani.
255.255.255.0 192.168.3.0
5. Restart NIS server
# /etc/init.d/nis restart
6. Edit file /var/yp/Makefile untuk menentukan User ID minimal yang akan map ke NIS server.
MINUID=1001
MINGID=1001
7. Buat user baru
useradd amir -m
passwd amir
8. Singkronisasi antara Database user lokal ke NIS server
# /usr/lib/yp/ypinit -m
Tekan CTRLD untuk melanjutkan
Langkah untuk konfigurasi NIS server sudah selesai. Kita bisa mengecek seharusnya ada service
portmap yang sudah dijalankan.
Untuk mendukung NIS, kita juga perlu menginstall NFS untuk filesharing.
1. Install NFS
# apt-get install nfs-kernel-server
2. Sharing direktori /home dengan mengendit file /etc/exports
/home 192.168.3.0(rw,no_root_squash,async)
3. Reload ulang konfigurasi sharing NFS
# exportfs -r
# exportfs -a
# /etc/init.d/nfs-kernel-server restart
KONFIGURASI NIS CLIENT
1. Install NIS
# apt-get install nis portmap
jika proses startup dan binding terlalu lama, cancel saja, tekan CTRL + C
2. Edit file /etc/defaultdomain dan isikan nama domain sesuai dengan nama domainNIS server.
aman.com
3. edit file /etc/default/nis
NISSERVER=false
NISCLIENT=true
4. Edit file /etc/yp.conf . Isikan baris berikut yang menyatakan alamat NIS server
ypserver 192.168.3.100
5. edit file /etc/nsswitch.conf
passwd: compat nis
group: compat nis
shadow: compat nis
6. Restart NIS
# /etc/init.d/nis restart
Untuk mounting file system, kita install nfsclient di sisi client
1. Install NFS Client
# apt-get install nfs-client
2. Mount directory /home ke direktori /home yang di server
# mount.nfs 192.168.3.100:/home /home
3. Untuk membuat setting mount menjadi permanen, edit file /etc/fstab, dan tambahkan baris sbb :
192.168.3.100:/home /home nfs defaults 0 0
4. Cek konfigurasi file /etc/fstab dengan melakukan mount ulang direktori /home
# mount -o remount /home
Mount ulang semua file system
# mount -a
Coba restart komputer client dan login dengan username dan password user di server.
PERHATIAN :
setiap ada perubahan data user di server, baik itu penambahan user, penggantian password dan lain
sebagainya, NIS server harus menjalankan langkah 8 di server yaitu melakukan singkronisasi
# /usr/lib/yp/ypinit -m
http://sarangpenyamun.wordpress.com/2008/08/09/nfs-network-file-system/
http://www.ibiblio.org/pub/linux/docs/HOWTO/translations/id/ID-NIS-HOWTO.txt
http://blog.rudylee.com/2010/06/07/setting-up-nfs-di-ubuntu/
http://blog.rudylee.com/2010/06/07/setting-up-nfs-di-ubuntu/
